Jumat, 31 Agustus 2012

PDSPK GMKI; Menjawab Kebutuhan Kader

Oleh : Evan Adiananta

Alex Mirakaho sedang menjelaskan
materi Metodologi Penelitian dan Desain Penelitian
Untuk membentuk kader yang memiliki spiritual, integritas, dan profesionalitas yang tinggi, Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Salatiga telah melaksanakan Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) Level 1, di Muria Training Center, tanggal 17-19 dan 24-26 Agustus lalu.

Meskipun pendidikan kader ini telah tersistematisasi dari Kurikulum PDSPK GMKI 2006, namun dalam pelaksanaannya tetap memiliki fleksibilitas. Artinya, menyesuaikan dengan keunikan organisasi yang berkaitan dengan perkembangan kebutuhan kader dan laju medan layan (gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat) di tiap cabang.

“Sebelum kami (BPC) melaksanakan PDSPK Level 1 ini, BPC telah menginventarisir kebutuhan para peserta. Agar PDSPK Level 1 ini, juga dapat menjawab kebutuhan kader di cabang Salatiga, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri peserta,” tegas Fredy Umbu Bewa Guty, Ketua Cabang GMKI Salatiga.

Selama tiga hari, 18 peserta dari berbagai disiplin ilmu, mendapatkan materi-materi dari 4 fasilitator yang dibantu oleh 4 co-fasilitator. Hari pertama PDSPK (17/8), para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen waktu, dari Ricky A. Nggili. Yang lanjut dengan motivasi dan materi menulis artikel populer, dari Semuel S. Lusi. Dan diakhiri dengan materi berpikir kritis dan analitis dari Jubhar Mangimbulude.

Di hari kedua (18/8), Semuel memberikan materi mengenai sistematika menulis bagi para peserta. Kemudian dilanjutkan oleh Ricky dengan materi manajemen keuangan pribadi. Lalu, berakhir dengan pemberian materi mengenai teknik berbicara dan presentasi, dari Alex Mirakaho.

Sedangkan di hari ketiga (19/8), para peserta mendapatkan materi metodologi penelitian dan desain penelitian selama satu hari penuh, dari Alex. “Mata kuliah 3 semester menjadi sangat jelas hanya dalam kurang lebih 8 jam hari ini (19/8). Proses berkualitas selama satu hari yang nilainya lebih dari 3 semester,” komentar Lussua Hanyi, salah satu co-fasilitator PDSPK.

Setelah itu, tiga hari di minggu berikutnya, para peserta diarahkan untuk langsung mempraktikkan materi yang telah didapatkan di lapangan. “Mulai dari tidak tahu, bingung, galau. Kemudian berusaha mencari tahu, belajar, mencoba latihan, dan praktik. Sekarang, sedikit demi sedikit mulai tahu,” kata Fredy sambil tersenyum.

Sesaat setelah penutupan PDSPK berakhir, para peserta diminta komitmennya untuk tetap terus mengembangkan apa yang sudah didapatkan melalui kelompok kecil, yang nantinya juga akan meneruskan pelaksanaan PDSPK di periode BPC selanjutnya.

“Kami, atas nama BPC, mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan PDSPK ini. Dan kami berharap, agar teman-teman peserta berkomitmen untuk tetap terus mengembangkan apa yang telah didapatkan di sini. Sehingga, di kemudian hari teman-teman bisa meneruskan pendidikan kader ini di periode-periode (baca: kepengurusan BPC) selanjutnya,” pesan singkat Fredy.

0 komentar:

Poskan Komentar