Launching Komunitas Public Speaking LeerSchool

Kader-kader GMKI Cabang Salatiga dalam kegiatan Launching Komunitas public speaking LeerSchool di Yayasan Bina Darma.

Partisipasi GMKI Cabang Salatiga : Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Salatiga

Berbagai elemen Mahasiswa pada hari ini Selasa 12 Agustus 2015, mendeklarasikan perdamaian bertema "Harmony in Diversity" yang bertempat di Selasar Kartini Salatiga

Pelantikan BPC GMKI Salatiga 2015 2016

Foto bersama PP GMKI dan BPC GMKI Cabang Salatiga 2015/2016 setelah upacara pelantikan di GKJ Sidomukti Salatiga .

Kunjungan ke Konfercab GMKI Surakarta

29 Juni 2015 GMKI Salatiga bersama GMKI Surakarta dalam konfercab GMKI Surakarta di Tawamangu.

Launching LeerSchool Salatiga

Launching leerschool : LeerSchool merupakan bentuk implementasi kurikulum PDSPK GMKI 2006, dilaksanakan di kampus Bina Darma, selama 2 hari (13-14 Juni 2015).

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2016

Warga Antusias Mengikuti Pengobatan Gratis

Oleh, Yaser Wunga
Reporter Marturia


Semarang 29-05-2016 Warga Dusun Ngebleng Desa Lembu Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang antusias mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, kegiatan ini adalah rangkain intervensi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa selama 3 hari yaitu 22, 28, dan 29 Mei 2016. Kegiatan ini dibawahi Senat Mahasiswa Universitas Bidang 3 Departemen Kepemimpinan melalui program Latihan Lanjutan Kepemimpinan Mahasiswa. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “UKSW untuk Ngebleng”.

Menurut Hana Febriana Assa peserta sekaligus panitia pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam bidang kesehatan. Pengobatan ini dilaksanakan berdasarkan adanya permasalahan kesehatan di masyarakat dan akses ke instansi kesehatan jauh. Hana Juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, setidaknya mengurangi masalah masyarakat terkait kesehatan.


Menurut Bu Narnie penduduk Dusun Ngebleng, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan secara pribadi Bu Narnie senang dengan pelayanan melalui kegiatan ini. Bu Narnie juga menyampaikan bahwa selama ini ia sering sakit-sakitan, paru-parunya terganggu dan apabila beraktifitas terlalu lama maka akan cepat cape namun selama ini Bu Narnie tidak berobat ke instansi kesehatan dikarenakan jarak yang jauh dan alasan ekonomi. Dengan adanya kegiatan ini Bu Narnie berharap penyakitnya dapat disembuhkan.

Editor : Elyan Mesakh Kowi

Senin, 23 November 2015

Audiensi GMKI Cabang Salatiga dan BKGS

Salatiga, 17 November 2015 GMKI Cabang Salatiga mengadakan Audiensi dengan pihak Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS). Audiensi dimulai pada pukul 10.12 WIB -12.00 di kantor BKGS yang berlokasi di jalur lingkar selatan, 700m dari perempatan salip putih menuju Semarang . 
Foto bersama pengurus BKGS

Jumat, 28 Agustus 2015

GMKI Cabang Salatiga: Kunjungan GMKI Cabang Sidikalang

Oleh, Elyan Mesakh Kowi
SekFung Pendidikan Kader GMKI Cabang Salatiga

Foto bersama, dari kiri ke kanan KaBid KHI PP GMKI, SekCab GMKI Salatiga, KaBid Or GMKI Sidikalang, KeCab GMKI Sidikalang, KeCab GMKI Salatiga


Salatiga, 28 Agustus 2015, Setelah mendapat kunjungan dari teman-teman GMKI Cabang Purwokerto beberapa minggu lalu, kali ini GMKI Cabang Salatiga kembali mendapat kunjungan dari teman-teman GMKI Cabang Sidikalang dengan di temani oleh Ketua Bidang Hubungan Internasional GMKI.

Bertempat di Yayasan Bina Darma diskusipun dimulai dengan beberapa agenda; strategi implementasi kurikulum PDSPK 2006, masalah spiritual kader, dan sharing.

Dalam agenda pembahasan yang pertama, hal yang menjadi masalah dalam implementasi kurikulum PDSPK 2006 adalah menemukan pola stategi yang tepat dimana pola yang selama ini cenderung terkesan hanya sebatas pelatihan tanpa adanya kesinambungan. pola seperti ini dirasa kurang efektif, mengigat kader membutuhkan wadah setelah mengikuti pelatihan tersebut guna terus mengasah dan mengembangkan potensinya.

“strategi implementasi dengan prinsip long life education. semua kader harus terus belajar tidak terkecuali, lalu pola strategi harus berkontekskan cabang“, ungkap Ketua Cabang GMKI Cabang Salatiga.

Kemudian merespon keadaan GMKI yang terlihat akan krisisnya nilai-nilai spiritualitas, maka Kabid HI mengusulkan “masalah spiritual kader” dalam agenda diskusi, mengingat pentingnya nilai spiritualitas sebagai bagian profil kader yang harus terpenuhi guna menjawab visi GMKI.

Sharing-sharing menjadi agenda selanjutnya sekaligus agenda terakhir. Dalam agenda penutup ini Kedua Cabang lebih menjelaskan mengenai kondisi, perkembangan, dan juga masalah yang dihadapi.

Suasana Saat Sesi Materi Creative Writing dalam kegiatan Leerchool GMKI Cabang Salatiga        Suasana Saat Sesi Materi Creative Writing Setelah diskusi berakhir maka teman-teman GMKI Cabang Sidikalang dan juga KABID HI GMKI, diajak untuk mengikuti kegiatan Leerchool dan Launching Komunitas*, yang pada hari itu juga sedang dilaksanakan oleh GMKI Cabang Salatiga.

GMKI Cabang Salatiga : Leerschool dan Launching Komunitas

Oleh, Elyan Mesakh Kowi
Anggota GMKI Cabang Salatiga

Suasana Pelatihan Kelas Pemicu Creative Writing Leerschool

Salatiga– Jumat 28 Agustus 2015, Bertempat di Yayasan Bina Darma, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Salatiga kembali mengadakan kegiatan Leerschool dengan kompetensi menulis. Kegiatan ini dihadiri peserta Leerschool, Anggota GMKI Cabang Salatiga, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI, Ketua Cabang dan Sekretaris Fungsi Organisasi GMKI  Cabang Sidikalang.


KaBid Or GMKI Cabang Sidikalang bersama Pembina Komunitas dalam salah satu sesi

Kegiatan Leerschool dengan Kompetensi Creative Writing merupakan kegiatan yang bertujuan sebagai pemicu, dimana dari kegiatan ini kader-kader yang berminat dalam dunia kepenulisan bisa mengasah dan mengembangkan potensi dan bakat minatnya dalam Komunitas Creative Writing Leerschool.


Suasana Pelatihan Kelas Pemicu Creative Writing Leerschool

Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir pada pukul 19.00 WIB diwarnai dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut :

*). Kegiatan Awal
     – Doa Bersama Oleh Sekretaris Cabang GMKI Cabang Salatiga
     – Kata Sambutan Oleh Ketua Cabang GMKI Cabang Salatiga
*). Kegiatan Inti
     – Pemaparan Materi oleh Kak Evan Adinanta
     – Simulasi (Menulis Bebas)
*) Kegiatan Penutup
     – Launching Komunitas Creative Writing Leerschool
     – Pemilihan Koordinator Komunitas (Terpilih Sdri. Nona Famani)
     – Doa Penutup Oleh Bendahara Cabang GMKI Cabang Salatiga

Situasi saat kegiatan terlihat santai namun tetap berjalan dengan serius, dimana terlihat saat simulasi berlangsung, banyak peserta yang melakukan simulasi diluar ruangang untuk mencari udara segar, namun disamping itu tetap fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh pemateri.

Hal ini juga sesuai dengan yang di katakan oleh Ketua Cabang GMKI Cabang Salatiga Sdr. Malfreth Adi Lobo, “Kita ingin melakukan sesuatu yang serius dengan metode yang santai, dan proses yang berkelanjutan dengan visi dan harapan yang jelas.”

Meski terlihat ada beberapa kendala dalam jalannya kegiatan seperti keterlambatan peserta, dan juga sesi yang berjalan tidak sesuai waktu yang di tetapkan, namun secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik.

“Berjalan dengan baik sesuai dengan tradisi GMKI Cabang Salatiga, santai tapi serius pada tujuan.” ungkap Ketua Cabang GMKI Cabang Salatiga.

“Tulisan yang baik adalah tulisan yang membebaskan.“

Syalom, Ut Omnes Unum Sint

Kamis, 13 Agustus 2015

Launching Komunitas Public Speaking Leerschool

Oleh, Elyan Mesakh Kowi
Sekfung Pendidikan Kader GMKI Cabang Salatiga


foto bersama para anggota dan para pembina komunitas,tampak K Memox dan K Ricky


kamis, 13 Agustus 2015, Bertempat di Yayasan Bina Darma(Tempat Semedi) GMKI Cabang Salatiga mengadakan kegiatan launching Komunitas Public Speaking Leerschool, yang selanjutnya disingkat KPSL.

Kegiatan KPSL perdana dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir 16.30 WIB, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut :
*. Kegiatan Awal :
          1). Doa Bersama (oleh Ketua Cabang GMKI Cabang Salatiga Sdr. Malfreth Adi Lobo).
 *. Kegiatan Inti :
           1). Penyampaian Materi; Sejarah singkat Public Speaking, Motivasi (oleh Kak Memox).
           2). Simulasi :
                 – Membaca Cermat.
                 – Debat (Dengan contoh kasus Hukuman Mati)
                 – Menulis (Dengan tema; memerangi narkoba)
                 – Orasi
 *. Kegiatan Penutup :
            1). Pemilihan Ketua Komunitas (terpilih Sdri. Meka Rambu)
            2). Doa Penutup (oleh Sdr. Elyan Mesakh Kowi).

Tujuan KPSL adalah sebagai wadah guna melatih, mengembangkan, dan menghasilkan kader yang memiliki kompetensi Public Speaking yang mumpuni.
KPSL merupakan bagian dari Sekolah Latihan Leerschool dimana komunitas ini menjadi wadah agar kader melatih dan mengasah potensi mereka tekhusus kompetensi Public Speaking.


“Untuk menjadi orator unggul, maka dibutuhkan wadah latihan yang berkelanjutan dan intens, Tak sulit menjadi orator unggul  semua hanya butuh latihan dan jam terbang tinggi :D “.




Harapannya pola yang sudah digagas ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan agar dapat menjadi suatu pola kebiasaan dalam komunitas itu sendiri guna memberdayakan kader-kader GMKI terkhusus Kader GMKI Cabang Salatiga.
Syalom, Ut Omnes Unum Sint

Rabu, 12 Agustus 2015

Partisipasi GMKI Cabang Salatiga : Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Salatiga

Partisipasi GMKI Cabang Salatiga : Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Salatiga

Oleh, Elyan Mesakh Kowi
Anggota GMKI Cabang Salatiga


foto bersama mahasiswa salatiga yang terdiri dari berbagai Organisasi



Berbagai elemen Mahasiswa pada hari ini Selasa 12 Agustus 2015 mendeklarasikan perdamaian yang bertempat di Slasar Kartini Salatiga.
Kegiatan yang di mulai pukul 09.00 dan berakhir pada 10.30 diawali dengan doa bersama, kemudian pembacaan deklarasi perdamaian yang berisi beberapa poin penting sebagai berikut :

Kami akan menjunjung tinggi Ideologi Bangsa.
Kami akan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kami akan merawat keragaman budaya Indonesia dalam rangka merawat Indonesia.
Kami siap menjadikan Kota Salatiga sebagai Kota Percontohan Kerukunan dan Perdamaian di Indonesia.

Selanjutnya Mahasiswa diberi waktu untuk membubuhi tanda-tangan disebuah spanduk yang telah disediakan sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap deklarasi tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan akhirnya di tutup dengan doa bersama.

Adapun Organisasi Mahasiswa yang ikut berpartisipasi yaitu HMI Cabang Salatiga, PMII Kota Salatiga, IMM Kota Salatiga, KAMMI Kota Salatiga, HIMPPAR Salatiga, HIPMMA Maluku, KEMAMORA Maluku Utara, PERWASUS Sumba,Mahasiswa Etnis Manado, Mahasiswa Etnis Toraja, IKMAPOS Poso, PERKASSA Kalimantan, Mahasiswa Etnis Bali, Mahasiswa Etnis Jawa, Mahasiswa Etnis Palembang, IGMK Batak Karo, dan GMKI Cabang Salatiga.

Tema yang menjadi dasar kegiatan ini yaitu,  “Harmony in Diversity :merawat keragaman merawat indonesia“.

Keragaman merupakan keunikan yang dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, keragaman atau pluralisme yang ada menjadikan Indonesia negara yang khas, unik dan benilai. Namun di sisi lain pluralitas dapat menciptakan konflik atau perpecahan dalam suatu negara akibat ketidak saling pengertian, missed communication , hal inilah yang harus di perhatikan dan dicermati.
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bisa diibaratkan seperti sebuah kehidupan keluarga, dimana dalam sebuah keluarga relasi menjadi kuncinya. Keharmonisan akan tumbuh, hidup dan berkembang dalam keluarga jika relasi antar setiap anggota keluarga intens dilakukan.

Relasi yang intens menjadi penting dalam keluarga karena meminimalisir kesalahpahaman dalam keluarga, yang nantinya akan mengakibatkan konflik, intensitas relasi dan komunikasi mejadi alat untuk mendekatkan setiap anggota dalam keluarga dan menjadi kunci menuju keharmonisan.
Begitupun halnya dengan kehidupan bermahasiswa. bagaimana kita bisa merawat keharmonisan dalam kehidupan bermahasiswa?.

“Dibutuhkan ruang publik untuk saling bertukar pikiran antar mahasiswa, ruang itu sendiri dapat menjadi ruang saling memahami, dan juga sebagai ruang relasi antar mahasiswa. Contohnya seperti Deklarasi Damai yang saat ini sedang kita lakukan bersama, inilah ruang publik tersebut, kiranya ruang-ruang seperti ini lebih intens diselenggarakan guna menjaga relasi antar mahasiswa demi menciptakan kehidupan yang harmoni itu sendiri.” 

Ruang publik menjadi sarana guna memberikan pemahaman yang utuh akan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini konsep kesatuanlah yang menjadi intinya. Pemahaman akan konsep kesatuan, menjadi nyata dalam refleksi akan nilai-nilai dasar NKRI yaitu Pancasila, Pancasila menjadi Spirit yang selalu menyatukan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kader-kader GMKI Cabang Salatiga seusai kegiatan Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Salatiga bertema "Harmony in Diversity"


Namun kurangnya pemahaman yang holistik atau keseluruhan akibat intensitas relasi dalam ruang publik sebagai bentuk refleksi kembali akan Nilai-Nilai pancasila, menjadikan Pancasila dimaknai secara sempit.
Untuk itu ruang publik (secara khusus dalam lingkup mahasiswa) harus dibuka lebih dan secara intens dilakukan, guna menjadi ruang refleksi akan nilai-nilai kesatuan, ruang saling tukar-pikiran, saling memahami, dan mengerti, antar masyarakat dan terkhususnya mahasiswa demi kehidupan yang harmoni .

“Intensitas relasi dan komunikasi mejadi alat untuk mendekatkan dan menjadi kunci menuju keharmonisan.”
Salam Mahasiswa, Syalom 
Ut Omnes Unum Sint.

Sabtu, 04 Juli 2015

Rasisme dan peace education

Diskusi rutin GMKI pada minggu ini, yang dilaksanakan di akhir pekan sabtu,4 juli 2015 mencoba mengangkat tema “Rasisme dan peace education” yang dibawakan oleh senior member GMKI yaitu bapak  Pdt. Dr. Daniel Nuhamara, M.Th yang dihadiri oleh kader-kader GMKI Cabang Salatiga baik BPC maupun anggota.
Bapa Dan membawakan materi dalam diskusi Rasisme dan Peace Education

Kegiatan diskusi yang dipandu oleh moderator yang juga adalah tuan rumah dan senior member yaitu kk Diane, dimulai dengan doa kemudian dibuka dengan pemaparan materi tentang rasisme dan peace education oleh pemateri atau yang akrab disapa bapa Dan. Dalam pemaparan materi bapa Dan membawakannya dalam arah konseptual dan pengalaman praktis beliau dalam mengikuti trainning di Amerika Seikat bersama para pemeluk agama lainnya dari indonesia, bapa Dan juga menekankan pada peran kader-kader GMKI Cabang Salatiga dalam menanggapi isu rasisme dan konflik dengan pendekatan resolusi damai yang mana akan menghasilkan win-win solution bukan win lose seperti penyelesaian konflik dengan jalur litigasi. Lebih jauh diskusi diarahkan kepada peran kader-kader GMKI Cabang salatiga sebagai fasilitator dalam menyelesaikan konflik dalam cakupan yang lebih sempit terutama di lingkungan sekitarnya.
Suasana Diskusi Rasisme dan Peace Education

Besar harapan dari bapa Dan agar peace education dapat dipelajari lebih dalam oleh kader-kader GMKI Cabang Salatiga untuk kemudian disebarkan ke komunitas-komunitas sekitarnya dalam rangka turut menggalang aksi sebagai gerakan global.
Kemudian dalam kesempatan ini juga kk Diane bersama para kader menyepakati untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut dari hasil diskusi ini dalam menanggapi isu-isu lokal yang ada disekitar lingkungan kader-kader GMKI Cabang Salatiga.
Kegiatan diakhiri dengan doa dan makan gorengan bersama.
Demikianlah diskusi kedua,di hari yang sama bersama senior, terima bapa Dan dan kk Diane.
Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian kita

Ut Omnes Unum Sint

Jumat, 31 Agustus 2012

PDSPK GMKI; Menjawab Kebutuhan Kader

Oleh : Evan Adiananta

Alex Mirakaho sedang menjelaskan
materi Metodologi Penelitian dan Desain Penelitian
Untuk membentuk kader yang memiliki spiritual, integritas, dan profesionalitas yang tinggi, Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Salatiga telah melaksanakan Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) Level 1, di Muria Training Center, tanggal 17-19 dan 24-26 Agustus lalu.

Meskipun pendidikan kader ini telah tersistematisasi dari Kurikulum PDSPK GMKI 2006, namun dalam pelaksanaannya tetap memiliki fleksibilitas. Artinya, menyesuaikan dengan keunikan organisasi yang berkaitan dengan perkembangan kebutuhan kader dan laju medan layan (gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat) di tiap cabang.

“Sebelum kami (BPC) melaksanakan PDSPK Level 1 ini, BPC telah menginventarisir kebutuhan para peserta. Agar PDSPK Level 1 ini, juga dapat menjawab kebutuhan kader di cabang Salatiga, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri peserta,” tegas Fredy Umbu Bewa Guty, Ketua Cabang GMKI Salatiga.

Selama tiga hari, 18 peserta dari berbagai disiplin ilmu, mendapatkan materi-materi dari 4 fasilitator yang dibantu oleh 4 co-fasilitator. Hari pertama PDSPK (17/8), para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen waktu, dari Ricky A. Nggili. Yang lanjut dengan motivasi dan materi menulis artikel populer, dari Semuel S. Lusi. Dan diakhiri dengan materi berpikir kritis dan analitis dari Jubhar Mangimbulude.

Di hari kedua (18/8), Semuel memberikan materi mengenai sistematika menulis bagi para peserta. Kemudian dilanjutkan oleh Ricky dengan materi manajemen keuangan pribadi. Lalu, berakhir dengan pemberian materi mengenai teknik berbicara dan presentasi, dari Alex Mirakaho.

Sedangkan di hari ketiga (19/8), para peserta mendapatkan materi metodologi penelitian dan desain penelitian selama satu hari penuh, dari Alex. “Mata kuliah 3 semester menjadi sangat jelas hanya dalam kurang lebih 8 jam hari ini (19/8). Proses berkualitas selama satu hari yang nilainya lebih dari 3 semester,” komentar Lussua Hanyi, salah satu co-fasilitator PDSPK.

Setelah itu, tiga hari di minggu berikutnya, para peserta diarahkan untuk langsung mempraktikkan materi yang telah didapatkan di lapangan. “Mulai dari tidak tahu, bingung, galau. Kemudian berusaha mencari tahu, belajar, mencoba latihan, dan praktik. Sekarang, sedikit demi sedikit mulai tahu,” kata Fredy sambil tersenyum.

Sesaat setelah penutupan PDSPK berakhir, para peserta diminta komitmennya untuk tetap terus mengembangkan apa yang sudah didapatkan melalui kelompok kecil, yang nantinya juga akan meneruskan pelaksanaan PDSPK di periode BPC selanjutnya.

“Kami, atas nama BPC, mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan PDSPK ini. Dan kami berharap, agar teman-teman peserta berkomitmen untuk tetap terus mengembangkan apa yang telah didapatkan di sini. Sehingga, di kemudian hari teman-teman bisa meneruskan pendidikan kader ini di periode-periode (baca: kepengurusan BPC) selanjutnya,” pesan singkat Fredy.

Jumat, 27 Juli 2012

Kreatifitas di Tengah-tengah Trend Berwirausaha

Oleh: Evan Adiananta

Ketika saya mengamati jalanan di gerbang kecil belakang Universitas Kristen Satya Wacana, saya melihat warung-warung yang menjual makanan, berjejer dengan jarak yang dekat. Hanya butuh berjalan kaki beberapa meter dari warung makan khas Batak, saya sudah bisa menemukan warung Burjo (Bubur Kacang Ijo), lalu tak sampai 5 meter, saya sudah melihat warung makan Manado dan warung makan khusus penyuka lombok hijau. Dan semua warung makan itu, selalu ada pembelinya.

“Seperti presentasi dari cabang Banjarmasin yang ingin membuat Kafe Suka-suka, di Banjarmasin sudah ada kafe, ya buatlah kafe yang berbeda. Jika sudah banyak orang yang memiliki usaha sama, seharusnya kita menekankan sisi kreatifitas,” jelas Johan Jimy Carter Tambotoh, pembawa materi Berpikir Kreatif (26/7).

Kewirausahaan sekarang menjadi trend. Ada yang berwirausaha sendiri, maupun bersama-sama melalui jaringan. “Istri saya membuka online shop menggunakan akun Facebook-nya, dan pemesanannya sudah sampai ke Papua, dan tentu saja harga jualnya menjadi 2,5 kali lipat karena biaya transportasinya mahal. Tapi, bagaimana caranya untuk menekan biaya itu? Saya menghubungi teman di sana, untuk kemudian dia distribusikan. Itulah pentingnya jaringan,” ungkap Johan.

“Saya berharap bahwa kalian bisa menggunakan waktu pelatihan ini, untuk mencari dan membangun jaringan,” tambahnya.

Namun, seorang yang berwirausaha bukan hanya membutuhkan keahlian dan kecakapan berpikir kreatif. Wirausahawan juga membutuhkan motivasi. “Keahlian dan kecakapan berpikir kreatif saja tidak cukup, tapi motivasi untuk menumbuhkan niat berwirausaha juga penting,” kata Johan.

“Kalian tak perlu menunggu ide atau sesuatu yang baru untuk mulai berwirausaha, kalian bisa menggunakan Teknik Visual Thinking; Seeing, Drawing, dan Imagining atau Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM),” pesan Johan.

Berwirausaha = Bercinta

Oleh: Andri Sabarua

“Apa yang akan kalian lakukan, ketika kalian jatuh cinta?” tanya Andeka Rocky Tanaamah, salah satu fasilitator Training Kewirausahaan GMKI, saat membawakan materi Berpikir Perubahan (26/7). Kemudian peserta menuliskan jawaban, lalu mereka mengumpulkannya. Rocky membacakan satu persatu jawaban yang sudah terkumpul, mulai dari jawaban yang kosong hingga jawaban melankolis.

“Jika aku jatuh cinta, aku akan melakukan segalanya untuk mendapatkannya,” salah satu jawaban yang terkumpul.

Korelasi antara sedang jatuh cinta dan berwirausaha adalah sama-sama membutuhkan hasrat. Tapi kadar hasrat ketika sedang jatuh cinta lebih besar dibandingkan dengan hasrat untuk berwirausaha. Ketika kadar hasrat berwirausaha sudah cukup mampu memotivasi, maka bukan hal yang tidak mungkin lagi untuk menjadi seorang entrepreneur.

“Jadikan hasrat untuk berwirausaha seperti hasrat ketika kita sedang jatuh cinta,” kata Rocky.

Seorang entrepreneur memiliki pola pikir yang sangat menonjol. Ia akan selalu mencari “hal yang baru ” ataupun alternatif yang lain untuk meningkatkan kualitas produksi barangnya maupun keberagaman barang produksinya. Di sinilah hasrat serta nilai kreativitas seorang entrepreneur akan diuji. Bagaimanapun dia harus bisa berhasrat untuk berkreasi menciptakan inovasi. Pembentukan mindset ini juga dipengaruhi oleh seberapa besar motivasi kita. Baik terhadap usaha kita sekarang ataupun terhadap diri sendiri.

“Berdasarkan penelitian, setiap hari manusia melakukan self-talk sebanyak 55.000-60.000 kali. Dan hampir 77% monolog tersebut bersifat negatif dan melemahkan dirinya,” kata Rocky.

Dibutuhkan hasrat yang kuat, serta motivasi yang positif untuk memulai sebuah usaha. Sama seperti sedang jatuh cinta, kita akan memiliki hasrat yang tinggi untuk mencapai tujuan kita –dicintai calon pasangan—serta motivasi yang jelas. Begitu pula untuk memulai suatu usaha. Selain hasrat dan motivasi, seorang entrepreneur juga membutuhkan kreatifitas yang diimplementasikan menjadi suatu inovasi yang disertai dengan kegigihan.


Rocky menegaskan bahwa besarnya perubahan dalam hidup seorang calon entrepreneur, ditentukan oleh seberapa besar ia bisa mengubah mindset atau pola pikirnya, dan seberapa besar hasrat yang dimilikinya untuk memulai usaha.

Kamis, 26 Juli 2012

Melihat Hambatan Sebagai Peluang

Oleh: Evan Adiananta

Bekerja sama dengan Yayasan Bina Darma (YBD), Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mengadakan “Training Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal” untuk GMKI se-Indonesia. Dari 81 cabang yang ada, hanya 17 cabang yang menghadiri hari pertama training ini (25/7).

“Karena ini adalah program di bidang kewirausahaan, yang masih baru terbentuk (dua periode lalu – Red), maka kita ingin memperkenalkan bidang ini ke semua anggota GMKI di seluruh cabang,” kata Santo Gotia, Sekretaris Fungsional Kewirausahaan PP GMKI.

Santo menekan pula, bahwa dengan training ini peserta bisa menerapkan apa yang sudah mereka dapatkan. Sehingga, ketika pulang ke cabang masing-masing, dapat mengembangkan kemandirian cabang.

“Meskipun kita tidak bisa melihat perubahannya langsung, tapi untuk 4-5 tahun ke depan kita bisa merasakan perubahannya. Dan kita juga menyadari bahwa ini tidak akan bisa hanya dengan 4 hari pelatihan ini saja,” ungkap Santo.

“Awal Agustus nanti, kita juga akan mengadakan follow up pelatihan ini, khusus untuk pulau Jawa dulu,” tambahnya.

Andeka Rocky Tanaamah, biasa dipanggil Rocky, datang sebagai pemateri tunggal hari pertama, di sesi satu. Selaku senior GMKI dan Sekretaris YBD, ia menekankan bahwa berwirausaha itu penting untuk keberlangsungan dan kemandirian GMKI di tiap cabang.

“Selama ini GMKI seringnya hanya bawa proposal datang ke senior untuk minta uang. Dengan adanya ini, nanti kalian bisa datang terakhir kalinya ke senior, hanya untuk minta modal awal berwirausaha, setelah itu kalian bisa berjalan dengan mandiri,” tegas Rocky.

Standy Christianto, salah satu peserta dari cabang Purwokerto sempat bertanya apa kenikmatan menjadi wirausahawan. “Dengan berwirausaha, kamu bisa bebas, semuanya kamu kerja sendiri dan hasilnya untuk diri sendiri. Bayangkan jika kamu bekerja di sebuah perusahaan milik orang lain,” jawab Rocky.

“Seorang wirausahawan sejati tidak akan melihat hambatan sebagai masalah, tapi melihat hambatan itu sebagai peluang. Dan kalian harus bisa melihat peluang itu dari potensi lokal yang ada di daerah kalian,” pesan Rocky.

Minggu, 22 Juli 2012

Menulis; Mencitrakan Diri

Oleh : Fredy Umbu Bewa Guty 


Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Salatiga mengadakan Pelatihan Menulis pada Sabtu (21/7). Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 15 orang itu, mengambil tempat di Ruang Rapat Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana.

Semuel S. Lusi turut hadir sebagai salah seorang pelatih. Dia adalah salah penulis buku motivasi The Real You The Real Success terbitan Gramedia Pustaka Utama, serta Senior Member GMKI. Sem (panggilannya), menyampaikan sesi Motivasi Menulis, dengan membawa materi yang bejudul “Menulis Itu Asyik; Sebuah ProvoAksi”.

“Menulis itu sama seperti mencitrakan diri anda sendiri. Kalau tulisan anda jelek maka itu diri anda,” kata Sem. Ia juga mengatakan, kegiatan menulis yang dilakukannya itu dapat menjaga idealismenya, sekaligus bisa menghidupinya secara ekonomi. “Sambil latihan renang di Muncul, tiba-tiba dapat sms kalau royalti dari buku sudah masuk ke rekening,” tambah dia.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta kegiatan bertanya tentang bagaimana mengelola tulisan sehingga dapat sesuai dengan patokan jenis tulisan ideal, seperti artikel, feature, opini, dan lain sebagainya. Sem dengan singkat menjawab, “Yang penting menulis. Tulis saja!” kata Sem. Di akhir sesinya Sem mengingatkan kepada para peserta bahwa kegiatan menulis itu menyenangkan apabila terus-menerus dilakukan. “Kalau menulis itu terus dilakukan, bisa dibayangkan kalau kita (penulis) yang dikuasai oleh tulisan kita,” pungkasnya.

Pelatihan Menulis ini dilaksanakan selama 2 hari, dari Sabtu sampai Minggu. Dengan pesertanya yaitu sebagian dari anggota GMKI cabang Salatiga, dan sebagian yang lain adalah para redaktur tulis Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum UKSW.





Senin, 16 Juli 2012

DIG; Perempuan Dan Kewarganegaraan

Oleh : Fredy Umbu Bewa Guty

Perkembangan sosial politik Indonesia akhir-akhir ini telah memunculkan minat yang luas terhadap persoalan kewarganegaraan (citizenship). Ini pun termasuk kedudukan perempuan dalam kewarganegaraan. Ketegangan antara perempuan sebagai individu dan perempuan sebagai anggota kelompok etnik dan agama berkaitan dengan kewarganegaraannya menjadi wacana yang menarik di Indonesia kontemporer.

Pada Rabu (11/7) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Salatiga mengadakan Diskusi In(ter)disipliner yang mengangkat topik tentang Perempuan dan Kewarganegaraan. Diskusi ini bertempat di Ruang A 103 kampus Universitas Kristen Satya Wacana. Hadir sebagai pembicara adalah saudara Amin Mudzakkir, peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ia juga merupakan mahasiswa magister di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta.

Amin mengangkat topik tentang Perempuan dan Batas-Batas Kewarganegaraan di Indonesia berdasarkan kasus di tiga tempat, yakni di Bali, Sasak dan Minahasa. Masing-masing memiliki karakteristik kelompok etnik dan agama yang berbeda. Dan bahasan penting yang diangkat dalam diskusi ini, lebih membicarakan tentang gerakan feminis yang bertentangan dengan multikulturalisme.

Materi diskusi dapat diunduh di sini.

Rabu, 16 Mei 2012

Masa Perkenalan (II) GMKI Salatiga 2012

Oleh: Fredy Umbu Bewa Guty


Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Salatiga akan mengadakan kegiatan Masa Perkenalan Gelombang II Tahun 2012, pada tanggal 26 - 27 Mei 2012.

Kegiatan ini merupakan wadah memperkenalkan nilai-nilai kedirian dan kegerakkan GMKI, sekaligus sebagai wadah resmi Penerimaan Anggota Baru Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

Selama dua hari itu, peserta akan diajak untuk mengobrolkan dan mendiskusikan banyak hal. Mulai dari Sejarah GMKI yang adalah cikal bakal dari organisasi mahasiswa Kristen nasional pertama di Indonesia, yang melanjutkan usaha-usaha organisasi Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) berdiri pada tahun 1932, sampai dengan bagaimana visi ke-esa-an Gereja (orang percaya) itu perlu dan harus terus diusahakan dalam dunia mahasiswa.

Oleh karenanya, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk bergabung dan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Silahkan mengajak dan mengajak teman-teman, sahabat, maupun kekasihnya. Kontribusi pesertanya adalah Rp. 20.000,-/orang. Dan yang pastinya, dalam kegiatan ini tidak akan dibuat seserius amat, tidak ada juga penggojlokan maupun perploncoan. Metodenya adalah pendidikan orang dewasa, yang memusatkan seluruh aktivitas belajar kepada pesertanya.

Pendaftaran peserta dibuka mulai tanggal 16 s/d 24 Mei 2012. Dan segeralah mendaftarkan diri kepada Panitia Pelaksana yakni melalui nomor 0878 5435 4467 (Evan) atau 0852 9088 2373 (Melvian).

Teiring Salam dan Doa Tulus. UT OMNES UNUM SINT

Jumat, 17 Februari 2012

Peringatan Hari Doa Mahasiswa Sedunia 2012

Oleh : Fredy Umbu Bewa Guty

Universal Day of Prayer for Students (UDPS) atau Hari Doa Mahasiswa Sedunia adalah salah satu hari ekumenis tertua di dunia. Ini pertama kali dirayakan pada hari Minggu 13 Februari 1898 oleh World Student Christian Federation. Dan selanjutnya, Universal Day of Prayer for Students (UDPS) selalu diselenggarakan setiap minggu ketiga setiap bulan februari.

Di tahun 2012 Hari Doa Mahasiswa Sedunia diselenggarakan pada tanggal 19 Februari. Dengan topik doa yaitu Permasalahan Ekonomi. Permasalahan ekonomi yang saat ini mengguncang dunia khususnya di Eropa dan Amerika, yang akan berdampak pada ekonomi global menjadi sorotan WSCF. Dalam rangka Universal Day of Prayer for Students (UDPS), WSCF menyerukan agar seluruh mahasiswa di dunia untuk melakukan Doa bagi Keadilan Ekonomi di dunia.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang bergabung dalam WSCF, menyerukan ke seluruh cabang, anggota dan mahasiswa Kristen se Tanah Air, untuk melakukan Doa Bersama untuk Keadilan Ekonomi pada tanggal 19 Februari 2012, pukul 20.00 WIB. Doa dapat dilakukan secara berkelompok (ibadah) ataupun secara pribadi-pribadi. Bagi yang ingin menggunakan Liturgi ibadah, Liturgi UDPS dapat di download di situs WSCF UDPS. (World Student Christian Federation)

Memperingati Hari Doa Mahasiswa Sedunia 2012, GMKI Salatiga akan melakukan doa bersama yang diselaraskan dengan acara penutupan Masa Perkenalan GMKI Salatiga 2012, bertempat di Yayasan Bina Darma Salatiga, pada Minggu 19 Februari pukul 21.00 WIB. Melalui ini, segenap civitas GMKI diundang untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Kamis, 02 Februari 2012

Kehidupan Iman dan Persekutuan Kristen

Oleh : Fredy Umbu Bewa Guty

(Bacaan : Kolose 3 : 5 – 17)


Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. (Kolose 3 : 11)

Walaupun bukan Rasul Paulus yang mendirikan jemaat Kolose, namun ia merasa berkepentingan untuk menyampaikan nasehatnya karena banyaknya ajaran dan guru-guru palsu yang menyesatkan jemaat. Inti sari surat Kolose adalah bahwa Tuhan Yesus sanggup memberi keselamatan yang sempurna dan ajaran-ajaran lain hanya menjauhkan orang dari Kristus. Selanjutnya Rasul Paulus menguraikan ajaran yang agung itu dengan kehidupan Kristen yang nyata.

Perikop bacaan ini berjudul “Manusia Baru”. Manusia baru adalah mereka yang oleh Rasul Petrus dikatakan sebagai orang yang terpilih dan terpanggil keluar dari kegelapan masuk kepada terangNya yang ajaib. (Lihat I Petrus 2 : 9)

Manusia baru adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan karena kepercayaannya itu ia menerima anugerah keselamatan. Sebagai manusia baru ia hidup dalam pembaharuan dan terus menerus dibaharui oleh Firman Allah. (Lihat II Korintus 5 : 17)

Demikian pengantar singkat bahan Penelaahan Alkitab (PA) GMKI Salatiga yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Februari 2012, pukul 17.00 WIB sampai selesai, bertempat di Selasar Depan Gedung E123 Kampus UKSW. PA ini akan dibawakan oleh Nn. Yuliana Nuhamara (anggota GMKI Salatiga). Kepada segenap civitas GMKI diundang untuk ikut mengambil bagian dalam PA tersebut.