Launching Komunitas Public Speaking LeerSchool

Kader-kader GMKI Cabang Salatiga dalam kegiatan Launching Komunitas public speaking LeerSchool di Yayasan Bina Darma.

Partisipasi GMKI Cabang Salatiga : Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Salatiga

Berbagai elemen Mahasiswa pada hari ini Selasa 12 Agustus 2015, mendeklarasikan perdamaian bertema "Harmony in Diversity" yang bertempat di Selasar Kartini Salatiga

Pelantikan BPC GMKI Salatiga 2015 2016

Foto bersama PP GMKI dan BPC GMKI Cabang Salatiga 2015/2016 setelah upacara pelantikan di GKJ Sidomukti Salatiga .

Kunjungan ke Konfercab GMKI Surakarta

29 Juni 2015 GMKI Salatiga bersama GMKI Surakarta dalam konfercab GMKI Surakarta di Tawamangu.

Launching LeerSchool Salatiga

Launching leerschool : LeerSchool merupakan bentuk implementasi kurikulum PDSPK GMKI 2006, dilaksanakan di kampus Bina Darma, selama 2 hari (13-14 Juni 2015).

Tampilkan postingan dengan label Dies Natalis GMKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dies Natalis GMKI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Panggilan Kristen Yang Tritunggal Dalam Masa Revolusioner

Oleh : Dr. O. Notohamidjojo, SH (alm)

(Bacaan Alkitab: Markus 3 : 14, 15)

“Maka ditetapkannya dua belas orang supaya mereka bersama-sama dengan Dia, dan supaya mereka itu disuruh pergi mengajar orang dan lagi akan beroleh kuasa membuangkan setan”.

GMKI dan tiap orang Kristen hidup dalam dunia yang penuh dengan bahaya dan penderitaan.

Dalam bidang internasional kita menghadapi suasana yang labil di mana tiap saat, peperangan dapat meletus. Malahan peperangan itu dapat juga menjalar ke dalam batas-batas negara kita.

Di bidang dalam negeri, kita menghadapi kesulitan-kesulitan penyelenggaraan keadilan dan kemakmuran dan mengalami pergolakan ideologi yang masing-masing datang dengan retensi dapat menyelesaikan penderitaan di Indonesia.

Di tengah-tengah dunia internasional dan nasional yang demikian seremnya, GMKI dan tiap orang Kristen harus hidup dengan mata terbuka dan telinga terbuka. Tidak hanya pancaindera kita harus terbuka, melainkan juga hati dan akal kita harus terbuka. Kita harus hidup dengan “normbesef” dengan kesadaran akan norma. Kita harus mulai apakah suatu gerakan atau penganjurnya itu dari Kristus atau dari roh gelap. Kita jangan hidup “sleepwalker”, sebagai orang yang mengigau, melainkan kita harus hidup berjaga.

Di tengah-tengah revolusi yang sedang menggelora dan mengguntur dunia dan dalam hati manusia ini, kita boleh bertanya sambil berdoa kepada Tuhan kita yang hidup:
“Apakah yang harus kami perbuat. Apakah panggilan kami di tempat kami ini dan pada masa kini?”

Tidak banyak nats dalam Alkitab yang padat, singkat dan lengkapnya menggambarkan panggilan orang Kristen.

Supaya mereka bersama-sama dengan Dia, dan supaya mereka itu disuruh pergi mengajar orang dan lagi akan beroleh kuasa membuangkan setan”.

Marilah pagi ini, dalam rangka peringatan Dies Natalis GMKI XIII dan pada Kebaktian Doa Sedunia, kita bicara tentang Panggilan Kristen yang tritunggal dalam masa revolusioner,